Febi Adakan Pembinaan Moderasi Beragama Bagi Civitas Akademika

24 May 2024

39 x read

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengadakan pembinaan moderasi beragama bagi civitas akademika di lingkungan fakultas pada hari selasa tanggal 21 Mei 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman civitas akademika FEBI UIN Imam Bonjol Padang terkait moderasi beragama dan sekaligus wujud kontribusi FEBI dalam mendukung pencapaian visi dan misi Kementerian Agama. Moderasi beragama merupakan salah satu isu strategis yang diusung Kementerian Agama dalam berbagai programnya termasuk di perguruan tinggi keagamaan. Setiap perguruan tinggi keagamaan berkewajiban mengajarkan cara pandang beragama yang moderat baik dalam bentuk seminar, ceramah, dan bahkan kurikulum pembelajaran.

Kegiatan yang bertempat di Lobi Gedung A ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta mahasiswa FEBI. Pada kegiatan ini hadir Dr. H. Rahmat Tk. Sulaiman, M.M. sebagai narasumber. Beliau menekankan bahwa moderasi beragama adalah bertindak, bersikap, dan berperilaku  sesuai dengan ajaran agama. Konteks moderasi beragama adalah pada pewujudan toleransi dan kerukunan, kebaikan moral bersama, dan keyakinan individu yang kuat. Sikap moderat dapat dilihat pada empat pilar yang menjadi indikator moderasi beragama, yaitu: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Memahami moderasi beragama menjadi penting bagi seluruh umat beragama (tidak hanya Islam) untuk menghindari pertikaian, menangkal ekstrimisme dan radikalisme beragama, serta untuk menciptakan kedamaian dan  kerukunan dalam beragama dan berbudaya. 

Beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa tantangan moderasi beragama yang berkembang hari ini, yaitu: 1) Menguatnya politik identitas/sektarian; 2) Munculnya tren gerakan populisme di ruang publik; 3) Masifnya penyebaran paham keagamaan yang ekslusif dan intoleran; 4) Otoritas keagamaan yang terpecah; dan 5) Suburnya narasi kebencian terhadap pemeluk agama, ras dan suku tertentu. Di sisi lain, untuk menjawab tantangan tersebut, Bangsa Indonesia sebenarnya sudah memiliki Modal yang terdapat dalam prinsip dasar negara. Pertama, Negara Indonesia adalah negara yang berketuhanan, bukan negara sekuler ataupun negara teokratis. Kedua, negara berkewajiban memberikan jaminan dan perlindungan kebebasan beragama yang lapang dan bertanggung jawab. Ketiga, negara melindungi kebinekaan atau keragaman dalam agama, budaya dan ras. 

Oleh sebab itu, beliau menekankan pada kegiatan ngaji kebangsaan  untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalisme, ngaji agama kepada yang memiliki otoritas keagamaan agar tidak sembarangan berguru, serta memperkuat kaderisasi di kalangan pemuda.

 

 

Berita Lainnya

Dosen Febi Mengikuti Sertifikasi Pengelolaan Wakaf

01 December 2023

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf yang diadakan di Jakarta pada tanggal 17 April 2022...

Uin Imam Bonjol Padang Meluncurkan Ib Fresh

03 December 2023

UPT BISNIS UIN Imam Bonjol Padang Mengeluarkan air minum dalam Kemasan Branding Merk IB Fresh, tersed...

Selamat Datang Mahasiswa Baru Angkatan 2023

04 December 2023

Hari ini, Senin 21 Agustus merupakan awal semester baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Selamat...

Dekan Cup Febi 2023

04 December 2023

Dekan Cup FEBI 2023

...

Dosen Febi Mengikuti Training Of Trainer (tot) Kebanksentralan

04 December 2023

Wushi Ardilla Arsy, M.Si, dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah mengikuti Traini...

Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (rps)

04 December 2023

Pada tanggal 29-31 Juli 2022 telah dilakukan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS),...